Tamasya ke Pikiran Bawah Sadar

Eh, kok judulnya serem ya?

Engga kok, di dalam pos yang satu ini saya ga bakal ngasih tau trik-trik untuk menghipnotis orang atau memanfaatkan alam bawah sadar Anda; karena saya juga ga tau. Alih-alih itu, saya pengen sedikit ngobrol tentang betapa kerennya desain penempatan Pikiran dan Jiwa olehNya ini. Sebelumnya saya cuma amatir yang punya ketertarikan di bidang kejiwaan jadi kalo ada yang salah saya harap koreksinya :) 

Oke, jadi Alam Bawah Sadar, Unconsciousness- kayaknya udah jadi misteri, teka-teki terasyik dan termenarik yang ada di dunia psikologi. Alam Bawah Sadar ini ternyata menyusun sebagian besar dari kesadaran kita. Dalam teorinya, Freud malah sampai-sampai menggambarkannya dengan sebutan “Tip of the Iceberg

image

Yang nyembul secuil di permukaan adalah Pikiran Sadar kita, cuma sekitar 10% saja dan sisanya adalah Pikiran Bawah Sadar yang menyusun 90% dari total kesadaran kita.

Banyak banget ya? Kalo dipikir-pikir, berarti sekarang pas kamu lagi baca pos ini , kamu itu cuma pakai maksimal 10% dari kesadaran kamu. Nah, yang 90%nya ngapain dong? Ternyata itu bukannya tanpa alasan. Bagian “es” di bawah permukaan itu ternyata menjalankan fungsi-fungsi otomatis dasar yang mendukung kehidupan dari mengatur pola bernafas, ritme jantung, suhu tubuh sampai refleks kabur kalau ketemu anjing juga menyimpan ingatan untuk proses asosiasi dalam menjalankan fungsi luhur untuk berpikir.

Nah, yang lebih menarik ternyata si Pikiran Bawah Sadar sangat bisa mempengaruhi sodaranya si Pikiran Sadar tanpa diketahui.

Seru kan?

Contohnya bisa diamati lewat fenomena yang namanya “Mirroring”. Jadi Mirroring itu adalah sebuah perilaku mimicking secara reflektif persis kaya cermin yang bisa diobservasi ketika seseorang berinteraksi dengan individu lain lewat interaksi sosial. Misalnya ngobrol. Tapi mirroring ini khususnya ditemukan ketika seseorang itu tertarik atau setuju dengan apa yang lawan bicaranya katakan. Makanya, fenomena ini banyak ditemukan di dua orang sahabat atau misalnya di antara pasangan. Yang lebih aneh lagi ternyata tidak cuma gestur dan bahasa tubuh saja yang diikuti, tapi juga secara tidak sadar kita mengikuti cara penggunaan metafor yang digunakan lawan bicara bahkan sampai tonus otot pun juga terpengaruh fenomena Mirroring ini!

Contoh lain datang dari kampus kenamaan Yale dengan hasil eksperimen menggegerkannya yang disebut “Priming”. Priming ini memanfaatkan sifat asosiasi yang dilakukan oleh Pikiran Bawah Sadar untuk mempengaruhi sikap yang akan diambil oleh Pikiran Sadar dengan menyiapkan- memanipulasi lingkungan sekitarnya. Contoh gampangnya, orang yang sebelum dimintai uang secara tidak sadar diekspos terhadap huruf-huruf bernada positif akan memberi uang lebih banyak dibanding orang yang diekspos kata-kata negatif. Orang yang diberikan cuplikan gambar sapi dan rumput secara singkat akan lebih memilih untuk meminum susu daripada bajigur.

Jadi singkatnya menurut penelitian itu, hal-hal terkecil bisa mengubah preferensi kita dalam sekejap bahkan tanpa kota tahu kenapa.

Ngeri kan? Iya saya juga kok.

Nah, tapi sifat Pikiran Bawah Sadar yang serba luas dan serba otomatis ini bisa diajak kerja sama juga! Contohnya adalah terbentuknya training berbasis NLP yang adalah singkatan dari Neuro Linguistic Programming yang mengambil pendekatan dari interaksi proses neurologika-linguistik dan pola perilaku. Sesuatu yang jelas diatur dan disimpan di tempat penyimpanan besar bernama Ruang Pikiran Bawah Sadar. Pengaturan bahasa ternyata juga banyak mempengaruhi jalan berpikir, sikap dan perilaku sampai ke derajat yang cukup tinggi.

Jadi, 90% adalah ruang gelap luas yang menyimpan banyak hal,untuk penjagaan, untuk alasan keefisienan yang ga peduli pada kualitas sitkon baik atau buruk.

Hal yang bisa kita jaga adalah cuma dengan membikin sitkon itu setidaknya menjadi tidak terlalu buruk.

Aniwei, selamat hari kesehatan jiwa (telat 2 hari!) Semoga tak pernah berbalik kemudi raga yang kau tunggangi itu ^^ 

jurusankuliah:

“Duh ga suka IPS banyak teori, IPA apalagi isinya rumus doang, masuk yang kuliahnya gambar-gambar doang aah!”

Eits, hati-hati, jek! Beberapa orang mempertimbangkan masuk DKV karena alasan diatas, emang sih di DKV emang ga belajar IPA atau IPS secara fokus, tapi sebenernya kita harus bisa…

image

Akhirnya kesampaian nonton film ini juga..

Dirilis tahun 2006, film besutan John Carney ini memborong banyak penghargaan karena plot dan pendekatannya yang unik pada tema utamanya: musik.

Kesan saya setelah selesai menonton (secara streaming —”) film ini cuma satu: Bittersweet!

image

Penggambarannya sangat realistis! 

Aktris musikal, Marketa Irglova  memerankan seorang wanita muda, imigran dari Czech, yang juga orang tua tunggal dengan putrinya yang berumur 3 tahun dan ibunya. Sendirian di negeri asing, ia harus menyokong keluarga mungil  itu dengan berjualan bunga dan membersihkan rumah.

Walaupun demikian, ia ternyata putri dari seorang pemain orkestra dan adalah pemain piano klasik profesional. Ditantang realita, mimpi harus mengalah. Untuk bermain piano saja menjadi kemewahan buatnya. Ketika itulah ia bertemu dengan seorang Laki-laki (Glen Hansard), musisi jalanan yang bermain dengan gitarnya tiap menjelang senja. Dari situlah perjalanan mereka yang terkait karena  ketertarikan dengan musik dimulai. 

Di balik karakter si Laki-laki yang sangat angsty, kesepian dan mellow sekali, saya terutama tertarik dengan karakter si Perempuan. Kondisi dan situasi yang mesti dihadapi oleh peran Perempuan itu membuat karakternya menjadi tegar, tersembunyi di balik badannya yang mungil, dibungkus “fashion” menswear kedodoran yang dipakenya buat berhemat.

Dan itu nyesek banget.

Emang kayaknya di belahan dunia mana pun, perempuan selalu jadi pejuang pertama yang mempertahankan stabilitas kehidupan buat anaknya, buat alasan status sosial, entahlah. Segalanya harus tampak normal buat anaknya. Dan alasan yang dipakai ketika ia rujuk dengan suaminya (yang pernah dengan sukarela meninggalkan dia dan anaknya) adalah biar si kecil Ivanka bisa tumbuh dengan bapaknya. 

Dan alih-alih mengatakan 

Miluju Tebe 

dalam bahasa Czech, saya harap pemeran si Perempuan-perempuan lain yang bernasib sama di dimensi kehidupan yang berbeda bisa jujur dan berani untuk memeluk kesempatan. 

Ada yang familiar dengan Humans of New York

"She taught me how to dance. We actually met at a graduation party. I was the only one not on the dance floor, and her friend bet her that she couldn’t get me to dance. I’d already said ‘no’ to ten girls, but she talked me into it. We were together 55 years. She died eight years ago, but I still dance every day."

(Mexico City, Mexico).

Brandon Stanton adalah fotografer asal Amerika yang mendapat sorotan karena blog bertema human interest-nya yang berisi kilasan akan cerita kehidupan manusia-manusia yang berada di kota New York (sekarang ditambahi Mexico City dan Jerussalem!) disertai oleh fotonya. Yang menarik dari blog tersebut adalah cerita-cerita yang dibagikan dalam bentuk dialog itu kadang amat personal, mungkin tentang saudara yang menderita kanker, kegalauan karena gagal dalam ujian atau mungkin cuma tentang hewan peliharaan di rumah (and yep, we can relate to it).

Amat menarik proyek yang dilakoni oleh bang Brandon ini. Tidak banyak orang yang terlalu peduli dengan cerita-cerita kehidupan orang “biasa” yang berlalu lalang di sekitar kita apalagi mengambil hikmah dari perjalanannya.  Menurut Stanton sendiri, setidaknya ia sudah menginterview nyaris 10.000 orang asing yang ia temui di jalan. Dari sekumpulan bocah yang ia temui sehabis pulang sekolah, geng motor sampai orang-prang neo-nazi. 

Mungkin agak naif kalau berpikir usaha individual ini bisa melawan kekuatan media korporatif yang cuma memberitakan hal-hal yang menarik saja, termasuk di dalamnya kekerasan, seks dan kejahatan bak telenovela picisan untuk menarik konsumen. Dalam kata lain, karena tujuan material, bukan untuk memberitakan sesuatu yang aktual. Bad news is good new. Kalo kata GM, bukan karena wartawannya yang bodoh tetapi karena sesuatu yang “menarik” menggeser sesuatu yang “penting”. 

Hal ini tampak tidak begitu mengancam, tentu saja. Kerusakan apa sih yang bisa dilakukan selembar koran dan berita pagi? Nyatanya, banyak. 

Joseph Goebbels, menteri propaganda nya Hitler zaman Nazi pernah bilang

If you repeat lie often enough, it becomes the truth 

dan hey, itu ngeri. 

Kita dibuat berpikir bahwa dunia adalah suatu tempat yang penuh kengerian dengan pembunuh serial, teroris dan pemerkosa yang berlalu-lalang bebas di jalanan. Dan seperti sinetron, hidup dapat berubah 180 derajat dengan seketika. 

Mungkin ada baiknya untuk hidup sejenak di luar lingkaran berita-berita keluaran korporasi dan mulai mendengarkan cerita-cerita biasa yang rasional, yang tidak menarik, yang bersahaja, yang dapat kita ambil sebongkah besar hikmah dari dalamnya yang ada di sekitar kita 

Mengapresiasi Kemanusiaan yang pada intinya selalu ingin membagikan kisah-kisah pada sesamanya dan telinga-telinga yang mendengarkan dan jiwa-jiwa yang merasakan :> 

Ah, kedamaian seketika ketika menyadari bahwa kita semua sama. 

It is important to realize that the news that we want to hear is largely a reflection of what we found interesting as opposed of reflection of representative reflection of the world in general …

and it is important to stop for a second and think about how receiving all this images (from media) extremes or changing our perception of the real world around us. 

- Brandon Stanton 

riescheve:

BANDUNG - MOCCA

There’s a little city covered with hills and pleasant weather come on baby I’ll show you around

In my little town every corner tells you different stories there’s so many treasures to be found

welcome to flower city
my lovely city

Roses blooming pretty people say that home is where the heart is It’s a place with so much history

Friendly Bandung city Holds the past of ancient glories and a thrilling future mystery

welcome to flower city my lovely city my friendly city my beloved city

Even though it gets so overcrowded when I’m sitting in my car that stuck for hours But I love it anyway

welcome to flower city my lovely city my friendly city my beloved city

gerypratama:

Seharusnya, rumah menjadi tempat bagi kita untuk melepas semua topeng, menjelma jadi seutuh-utuhnya diri yang asli.

Seharusnya, istilah waktu luang itu tidak ada. Yang ada hanyalah waktu istirahat, dan waktu untuk berkarya dengan segenap hati dan suka cita.

Seharusnya, hujan itu rezeki, bukan…

Mungkin si senyawa abstrak yang terus-terusan merongrong isi kepalamu itu ogah kau keluarkan karena kau tahu kau bakal kecewa melihat wujud nyatanya yang tampak tak berbahaya dalam seutas kata yang diakhiri titik itu

Uh!

Seutas kata yang susah payah kau urai dari gumpalan emosi kusut di dalam dadamu yang jengah
dan lelah memandang wajah-wajah datar yang tanpa suara- memberikan gunting tajam

-terinspirasi oleh Stephen King, The Body

maslilo:

Siang !! Jadi ceritanya jarang banget ane bikin ginian. Tapi berhubung hari ini ada dua makhluk kembar yang entah kayaknya janjian buat keluar bareng ke dunia ini jadi terpaksa ane bikin ucapan gini. Hehe.
Selamat hari lahir buat dua sohib ane hihi.Mulai dari si mbakbro Yanto a.k.a Laksita yang ngakunya cewe ganteng yang udah ane kenal sejak jaman tc osn smp 2008 dulu dan ajaibnya sampai tahun sekarang (2014) rutin tiap taun ketemu. Doanya udah langsung ke atas aja hehe.
Lalu ada mbakbro mamah a.k.a Rahmah yang sejatinya belum pernah kita ngobrol langsung vis a vis sejak pertama kali kenal 2009 lalu tapi selalu asyik berbagi cerita hehe.Selamat hari lahir twins :))

#22september :) 

maslilo:

Siang !! Jadi ceritanya jarang banget ane bikin ginian. Tapi berhubung hari ini ada dua makhluk kembar yang entah kayaknya janjian buat keluar bareng ke dunia ini jadi terpaksa ane bikin ucapan gini. Hehe.

Selamat hari lahir buat dua sohib ane hihi.Mulai dari si mbakbro Yanto a.k.a Laksita yang ngakunya cewe ganteng yang udah ane kenal sejak jaman tc osn smp 2008 dulu dan ajaibnya sampai tahun sekarang (2014) rutin tiap taun ketemu. Doanya udah langsung ke atas aja hehe.

Lalu ada mbakbro mamah a.k.a Rahmah yang sejatinya belum pernah kita ngobrol langsung vis a vis sejak pertama kali kenal 2009 lalu tapi selalu asyik berbagi cerita hehe.

Selamat hari lahir twins :))

#22september :) 

Yet I found another amazing piece from the-ever-so-famous Epik High. 
It’s called 행복합니다 which is literally translated as “I am happy”. The vocabularies are various and the rapping part is not that fast making this song a suitable choice for those who want to learn Korean. 

I
organize my desk once again
download any recent programs
call my son and ask how he’s doing, hang up
and  have a glass of water
one more sip and pour the rest in a flowerpot

fix my tie
pick up the papers in the floor
smile a little more broadly then other people 
stand up and say hello with a smile 
Inside the elevator, I close my eyes and even for just a moment 
lose myself in the fantasy of becoming a bird

I get off
and breathe in the city
walk, and apologize when I bump shoulders with someone 

As I wait for the subway, 
today, too, I silently 
cry out 
What I’m doing right now? Is it right? 
That’s how is it, right? 
But why do I find myself dropping tears?

[In God’s name] Why?


wake up after dozing at my desk 
go to the bathroom and wash my face 
clean up the charts on the table 
pick up the white gown and the stethoscope

open the door and walk up to the coffee vending machine 
same as yeesterday, black coffee [bitter] 
have a sip, 
spit it out and throw the rest away 

I turn around and walk toward the hallway 
greet anyone I run into 

I step into children’s ward and take a look 
"Thank You " says the mother 
I smile and assure her he’ll be fine 

go out to the hallway
ride the elevator to the rooftop 
bite a cigarette, clutch my chest and once again cry out 

I’ll give up smoking today 
I’ll learn something new today 
I’ll carve out a place for myself in this company 

 And once again, stay silent and survive 

I’ll take a deep breath
wet my throat with some cold water
hold this child’s wrist 
surely he wouldn’t leave you? 

I am happy 

I am so happy that I could die 

Tags: epikhigh